Selasa, 17 April 2012
Sindroma Koroner Akut
SINDROMA KORONER AKUT
Meliputi :
Angina pektoris tidak stabil
IMA – non ST elevasi
IMA – ST elevasi
Faktor resiko PJK utama:
- Diabetes Mellitus
- Hipertensi
- Total kolesterol yang tinggi
- Kolesterol-HDL yang rendah
- Merokok
- Meningkatnya usia
Faktor resiko PJK yg lain:
- Obesitas
- Inaktifitas fisikRiwayat keluarga dg prematur PJK(Genetik)
- Hipertrigliseridemi
- Partikel LDL kecil (small LDL particles)
- Peningkatan serum homosistein
- Peningkatan serum lipoprotein (a)
- Abnormalitas beberapa faktor koagulasi
Unstable.jpg Atheroschleritic pluq rupture.jpg
Dasar diagnosis SKA
- Gejala klinis berupa nyeri dada
- Gambaran elektrokardiografi
- Evaluasi biokimia dari enzim jantung
Studi Diagnostik
- WBC : Leukositosis (10.000-20.000 mm3) hari ke 2 karena inflamasi)
- Cardiac iso enzym:
-CKMB ? specific menentukan kerusakan otot jantung (> 10 u/L)
Meningkat dalam : 4 – 8 jam
Puncak dalam : 24 jam
Normal dlm : 72 jam
KELUHAN UTAMA SINDROM KORONER AKUT
Sakit dada atau nyeri ulu hati yang berat, asalnya non-traumatik, dengan ciri-ciri tipikal iskemia miokard atau infark
Nyeri dada seperti ditekan dibagian tengah/substernal, sakit seperti diremas, rasa sesak, berat/tertimpa beban, kram, dicengkeram, terbakar, sakit perut yg tdk dpt dijelaskan, sendawa, nyeri ulu hati, penjalaran ke leher, rahang, bahu punggung atau 1 atau ke 2 lenganDisertai sesak, mual dan/atau muntah, berkeringatPalpitasi., nadi ireguler, atau dicurigai aritmia
Start ECG10 menit
PENANGANAN PENDERITA SKA
- Terapi antiiskemia
- Terapi antiplatelet
- Antitrombotik ( ATS/NSTEMI )
- Stratifikasi resiko yang berkelanjutan
- Penggunaan Prosedur Invasif Trombolisis / Fibrinolisis (IMA/STEMI)
Therapi ACS : HOSPITALISASI
- Therapi anti iskemi
- Nitrat
- Penghambat Beta
- Antagonis kalsium
- (Pain killer)
- (Tranquilizer)
2. Antiplatelet and antikoagulan
- Aspirin,Ticlopidine, Clopidogrel
- Derivat Heparin
3. Fibrinolitik
4. Revaskularisasi koroner (PCI, CABG)
Dosis obat pada SKA
Oxygen 4 l/mnt (pertahankan SaO2>94%)
ASA 160-325 mg dikunyah
NTG SL : 0,3-0,4 mg
Clopidogrel 300 mg po load, lanjut 75 mg QD
LMWH 1 mg/kg SQ BID (Enoxaparin)
2,5 mg SC tiap 24 jam (Fondaparinux)
UFH inisial bolus 60 unit/kg (max 4000 U)
lanjut 12 unit/kg/jam (max 1000 unit/jam)
target APTT 50-70 detik
Morfin STEMI : 2-8 mg IV
UA/NSTEMI : 1-5 mg IV
Betabloker
REKOMENDASI
Pasien
- Keluhan chest pain
- Diagnosis cepat tepat
- Hilangkan nyeri
- Resusitasi
- CVCU tenaga terlatih
Dokter Umum
- Defibrilator, trombolitik
- Tindakan emergensi
- Perawatan pasca RS / rehabilitasi
Perawat
- Terlatih : BCLS - ACLS
- Koordinasi ambulans
Kardiologis
- Diagnosis terapi
- Program pemeriksaan
- Penetapan rehabilitasi
- Koordinator :
- Dokter ahli
- Tenaga medis
- Pasien
Meliputi :
Angina pektoris tidak stabil
IMA – non ST elevasi
IMA – ST elevasi
Faktor resiko PJK utama:
- Diabetes Mellitus
- Hipertensi
- Total kolesterol yang tinggi
- Kolesterol-HDL yang rendah
- Merokok
- Meningkatnya usia
Faktor resiko PJK yg lain:
- Obesitas
- Inaktifitas fisikRiwayat keluarga dg prematur PJK(Genetik)
- Hipertrigliseridemi
- Partikel LDL kecil (small LDL particles)
- Peningkatan serum homosistein
- Peningkatan serum lipoprotein (a)
- Abnormalitas beberapa faktor koagulasi
Unstable.jpg Atheroschleritic pluq rupture.jpg
Dasar diagnosis SKA
- Gejala klinis berupa nyeri dada
- Gambaran elektrokardiografi
- Evaluasi biokimia dari enzim jantung
Studi Diagnostik
- WBC : Leukositosis (10.000-20.000 mm3) hari ke 2 karena inflamasi)
- Cardiac iso enzym:
-CKMB ? specific menentukan kerusakan otot jantung (> 10 u/L)
Meningkat dalam : 4 – 8 jam
Puncak dalam : 24 jam
Normal dlm : 72 jam
KELUHAN UTAMA SINDROM KORONER AKUT
Sakit dada atau nyeri ulu hati yang berat, asalnya non-traumatik, dengan ciri-ciri tipikal iskemia miokard atau infark
Nyeri dada seperti ditekan dibagian tengah/substernal, sakit seperti diremas, rasa sesak, berat/tertimpa beban, kram, dicengkeram, terbakar, sakit perut yg tdk dpt dijelaskan, sendawa, nyeri ulu hati, penjalaran ke leher, rahang, bahu punggung atau 1 atau ke 2 lenganDisertai sesak, mual dan/atau muntah, berkeringatPalpitasi., nadi ireguler, atau dicurigai aritmia
Start ECG10 menit
PENANGANAN PENDERITA SKA
- Terapi antiiskemia
- Terapi antiplatelet
- Antitrombotik ( ATS/NSTEMI )
- Stratifikasi resiko yang berkelanjutan
- Penggunaan Prosedur Invasif Trombolisis / Fibrinolisis (IMA/STEMI)
Therapi ACS : HOSPITALISASI
- Therapi anti iskemi
- Nitrat
- Penghambat Beta
- Antagonis kalsium
- (Pain killer)
- (Tranquilizer)
2. Antiplatelet and antikoagulan
- Aspirin,Ticlopidine, Clopidogrel
- Derivat Heparin
3. Fibrinolitik
4. Revaskularisasi koroner (PCI, CABG)
Dosis obat pada SKA
Oxygen 4 l/mnt (pertahankan SaO2>94%)
ASA 160-325 mg dikunyah
NTG SL : 0,3-0,4 mg
Clopidogrel 300 mg po load, lanjut 75 mg QD
LMWH 1 mg/kg SQ BID (Enoxaparin)
2,5 mg SC tiap 24 jam (Fondaparinux)
UFH inisial bolus 60 unit/kg (max 4000 U)
lanjut 12 unit/kg/jam (max 1000 unit/jam)
target APTT 50-70 detik
Morfin STEMI : 2-8 mg IV
UA/NSTEMI : 1-5 mg IV
Betabloker
REKOMENDASI
Pasien
- Keluhan chest pain
- Diagnosis cepat tepat
- Hilangkan nyeri
- Resusitasi
- CVCU tenaga terlatih
Dokter Umum
- Defibrilator, trombolitik
- Tindakan emergensi
- Perawatan pasca RS / rehabilitasi
Perawat
- Terlatih : BCLS - ACLS
- Koordinasi ambulans
Kardiologis
- Diagnosis terapi
- Program pemeriksaan
- Penetapan rehabilitasi
- Koordinator :
- Dokter ahli
- Tenaga medis
- Pasien
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Rij@l's blog
- Assalamualaikum wwr.wb Saya RIJAL LUQMAN,Seorang mahasiswa yang masih dalam tahap penggalian ilmu keperawatan di POLTEKKES KEMENKES MALANG, sebuah institusi yang memberikan banyak perubahan kearah yang lebih pada saya. karena dalam institusi kementerian kesehatan banyak yang tak terduga menimpa saya, misalnya seperti mengikuti organisasi-yang tak terduga yang tak terduga.
